Program CSR ini terus berkembang. Optik Tunggal menargetkan distribusi 2.025 pasang kacamata gratis untuk anak-anak prasejahtera penderita Katarak Kongenital. Hingga kini, ratusan anak di lebih dari 20 daerah terpencil di Indonesia sudah menerima manfaatnya.
Proses pemberian kacamata juga dilakukan dengan teliti. Mulai dari pemeriksaan mata secara detail, pemilihan lensa presisi tinggi dari ZEISS, hingga penyesuaian frame kecil agar pas di wajah anak. Dengan teknologi lensa ZEISS, kacamata yang biasanya tebal dan berat bisa dibuat tipis, ringan, dan nyaman dipakai sehari-hari.
Salah satu penerima manfaat adalah Eklema Nisa Azizah, bayi berumur sembilan bulan dari Bandung. Setelah mendapatkan kacamata khusus dari Optik Tunggal, Nisa mulai menunjukkan respons visual positif dan lebih aktif berinteraksi.
Melihat perubahan ini, Asri Welas semakin yakin bahwa perjuangan untuk memberikan akses kacamata bagi anak-anak dengan Katarak Kongenital adalah misi yang harus diteruskan.
"Pengalaman Ibran membuat saya sadar, kacamata pascaoperasi itu bukan sekadar alat bantu. Itu pintu awal anak untuk belajar, bermain, dan tumbuh dengan optimal. Saya ingin lebih banyak anak merasakan kesempatan yang sama," ujar Asri.
Tidak berhenti di sana, Optik Tunggal bersama Asri Welas juga menggagas kampanye sosial #RunForCongenitalCataract di ajang Maybank Marathon 2025. Melalui kampanye ini, para atlet dan komunitas pelari mengedukasi publik soal pentingnya deteksi dini katarak kongenital dan akses kacamata pascaoperasi.
Dengan langkah nyata ini, Asri Welas dan Optik Tunggal membuktikan bahwa sebuah pengalaman pribadi bisa berkembang menjadi gerakan sosial besar yang membawa harapan bagi ribuan anak di Indonesia.