Mahkamah Konstitusi Thailand pecat Perdana Menteri Shinawatra

10 hours ago 2
informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Bangkok (ANTARA) - Mahkamah Konstitusi Thailand memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya dan memutuskan bahwa percakapan telepon yang bocor dengan mantan pemimpin Kamboja merupakan pelanggaran etika yang serius.

Keputusan tersebut mengakhiri masa jabatannya sebagai perdana menteri, yang dimulai lebih dari setahun yang lalu.

Putusan tersebut bermula dari petisi yang diajukan oleh 36 senator.

Mereka mengeklaim bahwa rekaman audio percakapan antara Paetongtarn dan mantan perdana menteri Kamboja sekaligus Presiden Senat saat ini, Hun Sen, yang disebarluaskan oleh media pada 18 Juni 2025, menunjukkan bahwa dia tidak memenuhi syarat dan telah melanggar standar etika berdasarkan Konstitusi.

Putusan pengadilan menyatakan bahwa dia telah melakukan "pelanggaran serius terhadap standar etika".

Akibatnya, perdana menteri diberhentikan efektif mulai 1 Juli 2025 (tanggal pemberhentian dari jabatan) dan seluruh kabinet juga harus mengosongkan jabatan mereka, tetapi akan tetap bertugas sebagai pejabat sementara.

Keputusan pengadilan didasarkan pada suara mayoritas 6:3, karena tiga hakim minoritas menyatakan bahwa tindakan perdana menteri tidak merupakan pelanggaran etika yang "serius".

Dalam sebuah pernyataan setelah putusan di Gedung Pemerintah, Paetongtarn menerima keputusan pengadilan tetapi tetap mempertahankan sikap tidak bersalah dan menyatakan bahwa percakapannya (dalam klip tersebut) bukan untuk keuntungan pribadi tetapi dilakukan dengan niat tulus untuk mengabdi kepada negara.

Dia menekankan komitmennya untuk melindungi nyawa warga negara dan personel militer, dengan mencatat bahwa percakapan tersebut terjadi sebelum konflik perbatasan yang penuh kekerasan meletus.

Paetongtarn juga menyatakan bahwa putusan tersebut merupakan contoh lain dari perubahan politik yang tiba-tiba dan meminta anggota parlemen untuk membantu menciptakan stabilitas politik. Dia berterima kasih kepada rakyat Thailand atas kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa.

Sementara itu, Partai Rakyat oposisi mengumumkan pernyataan yang mendukung segala upaya untuk membentuk pemerintahan baru dengan syarat bahwa calon perdana menteri tersebut harus membubarkan parlemen dalam waktu empat bulan setelah menyampaikan pernyataan kebijakan mereka, untuk membuka jalan bagi pemilihan umum baru.

Partai tersebut menyatakan tidak akan bergabung dengan pemerintah dan akan melanjutkan perannya sebagai oposisi. Dia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mendukung "perdana menteri dari luar" atau yang memiliki sejarah terkait kudeta militer.

Sumber: TNA-OANA

Baca juga: Jabatan PM Thailand Paetongtarn ditangguhkan, diduga langgar kode etik

Baca juga: Percakapannya dengan Hun Sen bocor, PM Thailand didesak mundur

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article