Huangshan (ANTARA) - Warisan budaya takbenda terbukti mampu menggenjot kinerja dan pengembangan sektor pariwisata di Kota Huangshan, Provinsi Anhui, China timur.
Sejumlah atraksi budaya yang digelar sepanjang Agustus 2025 berhasil menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus menunjukkan kekuatan kearifan lokal dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Pada 23 Agustus 2025, Desa Xidi di wilayah Yixian menampilkan pertunjukan tari naga bangku kayu, sebuah seni tradisi yang menjadi ikon budaya setempat.
Pertunjukan ini memikat penonton dengan gerakan dinamis dan koreografi yang sarat makna historis. Dari udara, tampak formasi penari naga yang berpadu harmonis dengan lanskap desa kuno, menciptakan pemandangan spektakuler yang terekam melalui drone.
Di sisi lain, keindahan Desa Chengkan di Distrik Huizhou menghadirkan pengalaman berbeda melalui festival lentera berbentuk ikan yang digelar pada 21 Agustus 2025.
Deretan lampion warna-warni menghiasi jalan-jalan desa, menciptakan suasana magis yang memikat wisatawan untuk berfoto dan menikmati suasana malam yang semarak. Festival ini menjadi simbol kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Masih di bulan yang sama, pada 27 Agustus 2025, parade lentera berbentuk ikan di wilayah Xiuning berlangsung meriah dan memikat perhatian publik.
Arak-arakan lentera disertai musik tradisional menghadirkan perpaduan seni visual dan suara yang menyatukan masyarakat serta menarik antusiasme wisatawan.
Pada kesempatan yang sama, pertunjukan kembang api besi leleh atau molten iron fireworks turut memeriahkan acara. Percikan api berwarna keemasan yang meledak di udara memberikan kesan dramatis dan meninggalkan pengalaman tak terlupakan bagi para penonton.
Melalui serangkaian pertunjukan dan festival ini, Huangshan menunjukkan bagaimana warisan budaya takbenda dapat dihidupkan kembali menjadi atraksi wisata yang bernilai ekonomi tinggi tanpa kehilangan makna aslinya.
Desa-desa kuno seperti Xidi dan Chengkan berhasil mempertahankan identitas budaya sekaligus memanfaatkannya untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Huangshan kini menjadi contoh sukses bagaimana kolaborasi masyarakat lokal, pemerintah, dan seniman dapat mengemas kearifan budaya menjadi daya tarik wisata internasional.
Setiap festival dan pertunjukan bukan sekadar tontonan, melainkan cerminan filosofi hidup masyarakat setempat, bukti kekayaan sejarah, serta upaya menjaga identitas di tengah arus modernisasi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.