
KETUA Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie meminta seluruh pihak untuk tetap tenang di tengah demonstrasi anarkis, menyusul kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan, 21.
Anin, sapaan Anindya, menekankan pentingnya menjaga keamanan agar masyarakat bisa kembali bekerja dan beraktivitas. Menurut dia, tanpa ada stabilitas, kegiatan ekonomi akan terganggu dan masyarakat yang paling merasakan dampaknya.
“Kita jangan terpancing oleh isu yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Stabilitas keamanan adalah prasyarat pembangunan ekonomi," kata dia, Sabtu (30/8).
Anin meminta penyelenggara negara segera membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat, dengan mengedepankan semangat gotong royong sehingga aspirasi yang bisa maupun belum bisa dipenuhi dapat dipahami bersama.
Dia juga mengingatkan agar seluruh kebijakan dan tindakan pemerintah memperhatikan kondisi riil masyarakat, pendapatan yang menurun, biaya hidup meningkat, ketenagakerjaan yang sulit, serta kesenjangan sosial yang masih lebar. “Dalam situasi ini, kepekaan para penyelenggara negara sangat dibutuhkan,” ujar Anin.
Kadin juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan, pada Kamis (28/8) malam. Kadin mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Simpati juga disampaikan kepada Moh Umar Amirudin, sesama pengemudi ojol yang mengalami luka parah akibat insiden tersebut dan diharapkan segera pulih dan dapat kembali bekerja.
Di satu sisi, Kadin mendukung penuh pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan insiden 28 Agustus harus diusut tuntas secara transparan, dan petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Presiden juga mengimbau masyarakat tetap tenang, percaya kepada pemerintah, serta waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memicu huru-hara.
"Presiden menyampaikan, situasi yang kacau tidak menguntungkan rakyat, dan tidak menguntungkan bangsa Indonesia yang sedang membangun," pungkasnya. (Ins/P-2)