
KEPALA Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, memastikan layanan kesehatan di seluruh rumah sakit milik Pemprov Sulsel tetap optimal pasca redistribusi tenaga kesehatan sebanyak lebih dari 800 orang.
Menurutnya, kebijakan redistribusi ini sudah melalui analisis mendalam, termasuk analisis jabatan dan rasio layanan oleh Biro Organisasi Pemprov Sulsel. Tujuannya, kata dr. Ishaq, untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, sekaligus pemerataan layanan.
“Redistribusi bukan pengurangan, melainkan penyesuaian kebutuhan riil RS. Tenaga berlebih di satu unit dipindahkan ke unit lain yang membutuhkan, sehingga masyarakat mendapat layanan lebih dekat dan merata,” tegasnya, Jumat (29/8).
Salah satu yang diuntungkan adalah RS Lamappapenning sebagai RS regional Bone-Wajo-Soppeng, yang kini diperkuat SDM tambahan agar layanan makin maksimal.
Selain rumah sakit, tenaga kesehatan juga ditempatkan di klinik-klinik Pemprov Sulsel di berbagai OPD, sejalan dengan program Gubernur untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan.
Dr. Ishaq menegaskan, redistribusi dilakukan hati-hati agar tidak menurunkan kualitas layanan. Justru langkah ini membuat tenaga kesehatan lebih fokus pada layanan prioritas, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik.
“Kebijakan ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat. Kami ingin memastikan layanan kesehatan tetap berkualitas, efisien, dan merata,” pungkasnya. (RO/Z-10)