Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Tanda Regresi Demokrasi di Era Prabowo

1 day ago 1
informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Tanda Regresi Demokrasi di Era Prabowo Ilustrasi pilkada(MI/Duta)

PENELITI Themis Indonesia, Ibnu Syamsu Hidayat, menilai wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD sebagai kemunduran demokrasi yang kian menguat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

“Demokrasi di era Prabowo, kita melihat kecenderungan proses demokratisasi itu semakin mengalami regresi. Pengambilan keputusan sering dilakukan secara tersentralisasi,” ujar Ibnu dalam konferensi pers ‘Tipu-Tipu Pilkada ke DPRD: Kemunduran Demokrasi’, pada Minggu (11/1). 

Dalam konteks tersebut, Ibnu menilai wacana Pilkada lewat DPRD berpotensi memperdalam kemunduran demokrasi. Ia menegaskan Pilkada langsung merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Sikap kami jelas, Pilkada langsung adalah prinsip yang tidak dapat dinegosiasikan. Negara wajib menjamin proses demokratisasi langsung,” imbuhnya.

Ia mengingatkan, Mahkamah Konstitusi (MK) telah berulang kali menegaskan tidak ada perbedaan antara rezim Pemilu dan Pilkada. Menurutnya, prinsip-prinsip Pemilu yang diatur dalam Pasal 22E UUD 1945 juga sudah berlaku dalam Pilkada, termasuk asas pemilihan langsung.

“Putusan MK Nomor 55 dan 58 Tahun 2022, dan terakhir Putusan MK Nomor 110 Tahun 2025, menegaskan tidak ada perbedaan antara rezim Pemilu dan rezim Pilkada,” kata Ibnu.

Ia memperingatkan agar pembentuk undang-undang tidak mengabaikan putusan MK demi kepentingan politik jangka pendek. “Putusan MK yang sudah progresif jangan sampai dikangkangi dengan mudah oleh pembentuk undang-undang dan ditafsirkan sesuka hati sesuai kebutuhan politik,” ungkap Ibnu.

Selain mempertahankan Pilkada langsung, Ibnu menekankan pentingnya reformasi pembiayaan politik sebagai solusi atas berbagai persoalan Pilkada.

“Kami mendorong revisi Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Partai Politik untuk mengevaluasi seluruh struktur pembiayaan Pemilu dan Pilkada,” tuturnya.

Ia pun menyoroti pentingnya kewajiban kaderisasi politik oleh partai, penguatan penegakan hukum terhadap politik uang dan mahar politik, serta perluasan partisipasi publik dalam pembentukan kebijakan. Ibu mengungkap pengalaman Pemilu 2024 menunjukkan bagaimana pemilu harus diulang karena politik uang dan korupsi elektoral. Hal itu seharusnya menjadi pelajaran serius.

Menurut Ibnu, tanpa pembenahan menyeluruh, wacana Pilkada lewat DPRD bukan hanya kemunduran prosedural, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan demokrasi Indonesia.

“Kalau hak rakyat untuk memilih pemimpinnya diambil, maka yang kita hadapi bukan sekadar perubahan sistem, tetapi kemunduran demokrasi itu sendiri,” pungkasnya.(M-2)

Read Entire Article