Selat Hormuz Warning, Harga Minyak Bisa 'Meledak'

1 month ago 8
informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah munculnya kemungkinan tindakan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Situasi ini membuat Selat Hormuz, jalur minyak paling vital di dunia, kembali menjadi titik rawan yang berpotensi mengguncang pasar energi global.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi kebijakan terhadap Iran di tengah meningkatnya tekanan politik domestik. Para analis memperingatkan, eskalasi konflik dapat mendorong Teheran mengambil langkah ekstrem, termasuk mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Laut Arab.

"Gangguan di Selat Hormuz bisa memicu krisis minyak dan gas global, terutama jika rezim Iran merasa terpojok dan bertindak secara putus asa," kata Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, seperti dikutip CNBC International, Senin (12/1/2026).

Data perusahaan intelijen pasar Kpler menunjukkan, sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari melintasi Selat Hormuz pada 2025. Ini setara 31% arus minyak mentah global melalui jalur laut.

Ancaman gangguan di jalur ini sebelumnya juga mencuat saat ketegangan AS-Iran meningkat pada Juni tahun lalu. Analis Minyak Mentah Senior Kpler, Muyu Xu, menilai dampak konflik Iran berpotensi jauh lebih besar dibandingkan Venezuela.

"Produksi dan ekspor Iran jauh lebih signifikan. Jika terjadi eskalasi, pasar global akan merasakan dampak yang lebih kuat, dan kilang minyak China kemungkinan harus mencari pasokan alternatif," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Presiden Rapidan Energy Group Bob McNally. Ia menyebut konflik yang melibatkan Iran membawa risiko jauh lebih tinggi karena besarnya volume pasokan dan paparan jalur transit strategis.

Ia memperkirakan terdapat 70% peluang terjadinya serangan selektif AS terhadap Iran. Jika eskalasi memburuk hingga kapal tanker tak bisa melintas atau infrastruktur energi rusak, harga minyak diperkirakan melonjak tajam.

"Kekhawatiran penutupan Selat Hormuz saja bisa mendorong harga naik beberapa dolar per barel. Namun jika benar-benar ditutup, harga minyak bisa melonjak US$10-US$20 per barel," ujar Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow.

Saat ini, harga minyak acuan global Brent berada di kisaran US$63 per barel. Harga West Texas Intermediate (WTI) AS bertahan di sekitar US$59 per barel.

Meski demikian, mayoritas analis menilai skenario terburuk masih berpeluang kecil. Xu menyebut Iran kemungkinan enggan menutup Selat Hormuz sepenuhnya mengingat kompleksitas geopolitik kawasan dan kehadiran Armada Laut AS di wilayah tersebut.

Bahkan jika Iran melakukan gangguan sementara, seperti menghambat kapal tanker dalam waktu singkat, dampak fisik terhadap pasokan global diperkirakan terbatas. Kpler mencatat pasar minyak saat ini justru cenderung kelebihan pasokan, dengan surplus sekitar 2,5 juta barel per hari pada Januari, dan lebih dari 3 juta barel per hari pada Februari hingga Maret.

Kavonic menambahkan, setiap upaya penutupan Selat Hormuz hampir pasti akan dibalas dengan pengerahan kekuatan AS dan sekutunya untuk memulihkan arus pelayaran.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article